Pruritus: Gejala, Penyebab Serta Pengobatannya

Mungkin bagi anda pernah merasakan gatal dibagian tubuh, baik itu di tangan, kaki atau dibagian tubuh lainnya. Dan banyak yang menganggap bahwa itu adalah hal yang biasa. Entah itu karena gigitan nyamuk ataupun semut. Akan tetapi ada juga sebagian orang yang merasakan gatal yang luar biasa ditubuhnya. Bahkan sampai meninggalkan bekas, seperti ruam kemerahan yang sangat mengganggu kepercayaan diri seseorang.

Dan penyakit gatal seperti ini bukan lagi karena digigit semut ataupun nyamuk. Melainkan penyakit Pruritus. Jadi bagi anda yang belum tau mengenai penyakit tersebut. Ada baiknya anda melihat kita simak sama-sama.

Pengertian Pruritus

Penyakit ini merupakan salah satu sensasi yang paling menyebalkan yang bisa dimiliki seseorang. yang disebut dengan pruritus, sensasi yang tidak menyenangkan yang memicu keinginan untuk menggaruk. Banyak penyakit sistemik dapat menyebabkan pruritus. Sebagai contoh, pruritus dapat disebabkan oleh berbagai penyakit sehingga nama pruritus kolestatik, pruritus hematologis, pruritus ginjal, pruritus endokrin, pruritus umum idiopati dan pruritus yang terkait dengan keganasan atau kanker.

3

Penyakit yang berkaitan dengan pruritus adalah urtikaria, psoriasis, mastositosis, xerosis, dermatitis atopik, serangan arthropoda, pemfigoid dan dermatitis herpertoformis. Namun disamping itu juga ada beberapa tindakan perawatan diri untuk membantu mengurangi rasa gatal seperti menggunakan produk anti gatal, mandi dan pelembab.

Gejala

Pruritus bisa terjadi di bagian tubuh manapun, tapi lebih umum terjadi di area kecil seperti kaki, lengan, dan bagian tubuh lainnya. Rasa gatal bisa terjadi tanpa adanya perubahan kulit yang nyata. Rasa gatal bisa disertai dengan:

  • Kulit kering dan pecah-pecah
  • Benjolan
  • Lepuh
  • Kemerahan
  • Tekstur kulit bersisik atau kasar

Dalam beberapa kasus, rasa gatal bisa berlangsung lama. Ini bisa sangat parah dan intens dalam beberapa kasus. Semakin Anda menggaruk atau menggosok area kulit yang ada menjadi gatal. Menggores terus menerus atau terus-menerus dapat membahayakan dan merusak kulit. Bila kulit tidak utuh lagi, hal itu bisa menyebabkan infeksi dan pendarahan.

Penyebab

4

Pruritus dapat disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya:

Kulit kering- Kulit kering merupakan faktor nomor satu yang menyebabkan gatal. Saat kulit kering,
Ini berakibat pada gatal dan akhirnya, menggaruk. Jika tidak disebut xerosis, kulit kering terjadi pada usia dewasa lebih tua dan mungkin merupakan akibat dari faktor lingkungan seperti penggunaan sistem pengkondisian udara atau pemanas dalam jangka waktu lama, mencuci kulit terlalu banyak, mandi berlebihan dan memiliki kondisi kulit tertentu.

Kondisi kulit dan ruam- Beberapa kondisi kulit seperti psoriasis, kudis, kutu, dermatitis atau eksim, cacar air, dan gatal-gatal bisa menyebabkan gatal.

Penyakit dalam- Kelainan kulit atau pruritus dapat menandakan kondisi medis yang mendasarinya. Beberapa penyakit yang dapat menyebabkan kulit gatal termasuk gagal ginjal, penyakit hati, masalah tiroid, kanker seperti limfoma dan leukemia dan anemia defisiensi besi.

Reaksi alergi- Beberapa reaksi alergi dan iritasi dapat menyebabkan gatal. Bila seseorang alergi terhadap bahan kimia, sabun, wol dan zat iritasi lainnya, kulit gatal mungkin terjadi.

Gangguan syaraf- Beberapa kelainan saraf dapat mempengaruhi sistem saraf. Bila ini terjadi, bisa menyebabkan kulit gatal. Kondisinya meliputi diabetes mellitus, multiple sclerosis, herpes zoster atau herpes zoster, dan saraf terjepit.

Obat-obatan- Beberapa obat seperti antijamur, obat-obatan sakit narkotika, dan antibiotik dapat menyebabkan reaksi. Selama reaksi ini, salah satu gejala umum meliputi pruritus atau kulit gatal.

Namun, beberapa orang memiliki risiko lebih tinggi terkena pruritus atau kulit gatal, termasuk:

  • Menderita diabetes
  • alergi musiman, eksim, asma dan demam
  • Wanita hamil
  • Orang tua
  • Orang dengan human immunodeficiency virus (HIV) atau acquired immunodeficiency disorder (AIDS).

Pengobatan

Mengobati gatal atau pruritus tergantung pada kondisi medis yang mendasarinya. Berikut adalah pilihan jenis obat yang dapat menangani penyakit ini:

  1. Kortikosteroid- Krim kortikosteroid biasanya diresepkan untuk mengobati kulit gatal, terutama karena ada lesi dan ruam. Jika kulit berwarna merah dan gatal, dokter mungkin meresepkan krim ini untuk diterapkan ke daerah yang terkena. Dalam beberapa kasus, jika kulit kering, dokter mungkin menyarankan untuk meliput area gatal dengan kapas lembab yang direndam dalam air. Ini akan membantu mengunci kelembaban dan membiarkan kulit menyerap krem. Selain itu, ini memberi efek pendinginan pada kulit, memberikan kelegaan dari gatal.
  2. Antidepresan- Dalam beberapa kasus, penghambat reuptake selektif seperti Zoloft dan Prozac, dapat membantu mengurangi banyak jenis pruritus atau kulit gatal.
  3. Penghambat kalsineurin- Obat-obatan seperti Protopic dan Elidel dapat membantu mengurangi rasa gatal. Namun, jika kondisi medis yang mendasarinya telah teridentifikasi, kondisinya akan diobati dengan tepat. Bila kondisinya teratasi, kulit gatal atau pruritus akan hilang dengan sendirinya.

Demikian, itulah penjelasan mengenai penyakit pruritus. Nah semoga dengan membaca artikel ini dapat membantu anda dan menambah wawsan anda.

Pruritus: Gejala, Penyebab Serta Pengobatannya

healthy |