Skizofrenia: Gejala, Penyebab, Pengobatan Dan Pencegahan

Skizofrenia adalah gangguan mental yang serius yang mempengaruhi cara berpikir seseorang. Dalam gangguan ini, pasien salah menafsirkan kenyataan. Skizofrenia bukanlah gangguan mental yang umum. Ini mempengaruhi perasaan, perilaku, dan pemikiran seseorang yang telah kehilangan sentuhan dengan kenyataan. Padahal, korban tidak bisa membedakan antara virtual dan kenyataan.

Akibatnya, pasien yang mengalami skizofrenia mungkin tidak responsif dan mereka merasa kesulitan dalam mengekspresikan emosi yang normal secara masing-masing. Seringkali, orang-orang yang menemukannya mirip dengan Split Personality or Multiple Personality Disorder. Tapi, skizofrenia tidak berbahaya bagi orang lain dan tidak ada tindakan kekerasan yang diperhatikan pada penyakit ini. Namun, gejalanya bisa membuat korban tidak efisien atau cacat dalam perilaku sosial.

Tanda dan gejala

33

Skizofrenia mencakup berbagai masalah kognisi (pemikiran) serta perubahan emosional atau perilaku. Gejala gangguan ini tidak menentu namun mencakup tanda-tanda seperti delusi, halusinasi, ucapan yang tidak teratur, atau gangguan kemampuan.

Tanda-tanda skizofrenia biasanya terlihat dari usia 16 sampai 30 tahun. Dalam beberapa kasus yang jarang terjadi, anak juga bisa mengalami gejala gangguan jiwa ini. Pada dasarnya, gejala ini dapat dikategorikan menjadi tiga jenis positif, negatif, dan kognitif.

  • Delusi

Delusi sebenarnya adalah kepercayaan palsu yang jauh dari kenyataan. Mereka mungkin terjadi pada orang yang menderita skizofrenia. Misalnya, korban berpikir bahwa mereka memiliki kemampuan luar biasa; mereka selalu dilecehkan atau dirugikan oleh orang lain.

  • Halusinasi

Halusinasi adalah kondisi di mana seseorang mendengar atau melihat hal-hal yang tidak ada. Seorang pasien yang menderita skizofrenia memiliki kesan pengalaman normal dari hal-hal ini. Halusinasi bisa terjadi pada indra apapun tapi mendengar suara cukup umum di dalamnya.

  • Perilaku tidak terorganisir atau tidak normal

Gejala perilaku yang tidak terorganisir disaksikan dalam beberapa cara seperti kekanak-kanakan atau kekonyolan, agitasi tak terduga, dll. Korban tidak dapat fokus pada suatu tujuan. Makanya, ia merasa sulit melakukan tugas sederhana. Postur yang aneh, tidak adanya respons, gerakan yang tidak perlu, atau penolakan terhadap instruksi adalah perilaku umum yang diamati dalam perilaku yang tidak teratur.

Gejala positif

Fungsi otak dari penderita penyakit skizofrenia akan bekerja lebih aktif atau bisa dikatakan berlebihan. Hal ini menyebabkan otak bekerja dengan tidak normal. Akibatnya, penderita akan mengalami beberapa hal seperti berikut ini:

  1. Berkhayal. Ini merupakan hal yang paling umum dialami oleh para penderita skizofrenia. Mereka memiliki keyakinan yang berbeda dengan orang normal. Mereka akan melihat realitas yang berbeda pula. Selain itu, penderita juga sering salah menafsirkan persepsi.
  2. Halusinasi. Orang yang mengalami penyakit ini sering berhalusinasi. Mereka seringkali melihat atau mendengar hal-hal yang sebenarnya tidak ada.
  3. Gangguan pikiran.  kesulitan berbicara dan mengatur pikirannya sehingga hal ini mengganggu kemampuan berkomunikasi.
  4. Perilaku tidak teratur. Orang yang mengalami skizofrenia sering berperilaku aneh, seperti anak kecil yang melakukan hal-hal konyol. Selain keempat hal di atas, para penderitanya juga sering curiga dan mereka seolah-olah berada di bawah pengawasan yang ketat. Hal itu menyebabkan mereka merasa tertekan.

Gejala negatif

Gejala ini mengacu pada berkurangnya atau bahkan tidak adanya karakteristik fungsi otak yang normal. Gejala ini mungkin muncul disertai atau tanpa adanya gejala positif. Gejala-gejala yang ditimbulkan antara lain:

  • Sulit mengekspresikan emosi
  • Menarik diri dari lingkungan sosial
  • Kehilangan motivasi
  • Tidak minat melakukan kegiatan sehari-hari
  • Mengabaikan kebersihan pribadi 

Gejala-gejala tersebut seringkali dianggap sebagai kemalasan yang biasa dialami oleh tiap orang. Namun, hal itu ternyata keliru.

Gejala kognitif

Jenis gejala ini akan menimbulkan masalah pada proses berpikir. Tanda dan gejala yang mungkin timbul, antara lain:

  • Masalah dalam membuat informasi yang masuk akal dan dapat dimengerti
  • Sulit berkonsentrasi
  • Masalah pada memori otak

Selain ketiga gejala di atas, penyakit skizofrenia juga akan menimbulkan masalah pada suasana hati. Para penderitanya akan mengalami depresi, cemas, dan seringkali mencoba untuk bunuh diri. Gejala-gejala dari penyakit ini lambat laun dapat melumpuhkan para penderitanya. Sebab, hal ini sangatlah mengganggu kemampuan mereka untuk melakukan kegiatan rutin sehari-hari.

Namun, apabila penderitanya masih berusia remaja, gejala yang ditimbulkan sulit untuk dideteksi dan kemudian dianggap sebagai penyakit skizofrenia. Sebab, pada usia tersebut mereka pasti akan mengalami hal-hal ini yang ternyata merupakan gejala dari penyakit skizofrenia:

  • Menarik diri dari keluarga dan teman
  • Penurunan kinerja di sekolah
  • Sulit tidur
  • Cepat emosi

Namun, bila dibandingkan dengan orang dewasa, anak muda kurang cenderung mengalami khayalan dan lebih cenderung mengalami halusinasi visual.

Penyebab

22

Penyebab skizofrenia tidak sepenuhnya jelas. Tapi, beberapa teori dianggap sebagai akar penyebab gangguan jiwa ini. Ini termasuk:

Genetika atau keturunan:

Dokter percaya bahwa skizofrenia itu genetik. Orang lebih rentan dan cenderung mengembangkan gangguan jiwa ini jika ada anggota keluarga yang pernah didiagnosis dengan itu sebelumnya. Seperti penyakit keturunan lainnya, juga muncul saat tubuh mengalami perubahan fisik dan hormonal atau ketika seseorang menghadapi situasi yang sangat tertekan.

Faktor risiko

Tidak ada faktor pasti yang menyebabkan skizofrenia namun penyebab tertentu dapat meningkatkan risiko memicu gangguan jiwa ini.

Komplikasi

Jika skizofrenia tidak diobati, hal itu dapat menyebabkan masalah parah dan menghambat fungsi sehari-hari. Komplikasi dalam Skizofrenia meliputi:

  • Bunuh diri, bunuh diri, atau pikiran untuk bunuh diri
  • Melukai diri sendiri
  • Mengembangkan gangguan kecemasan atau OCD (gangguan obsesif-kompulsif)
  • Depresi tinggi
  • Menjadi kecanduan tembakau, narkoba, atau alkohol
  • Tidak dapat bekerja atau berfungsi dengan baik
  • Menghadapi isolasi sosial
  • Masalah kesehatan mungkin timbul
  • Menjadi lebih agresif
  • Menjadi korban di masyarakat

Pengobatan

666

Skizofrenia tidak dapat disembuhkan, namun beberapa gejalanya dapat ditangani dengan pengobatan dan terapi perilaku kognitif.

Penyakit kejiwaan sering terjadi karena pasien memiliki konsep pemikiran yang dibangun bukan berdasarkan logika, dalam jangka waktu yang lama. Dokter akan menyarankan terapi kognitif untuk membantu pasien menemukan kebiasaan alam bawah sadar yang menyebabkan penyakit ini. Kemudian, akan dilakukan terapi perilaku dan pelatihan secara psikologis untuk memperbaiki cara berpikir yang salah tersebut. Saat pemikiran-pemikiran negatif tersebut berkurang dan kognitif Anda kembali normal (kemampuan mengingat sampai pada kemampuan memecahkan masalah), tandanya gejala telah berhasil diatasi.

Dokter Anda mungkin akan memberi resep antineurotik harian untuk mencegah gejala seperti delusi dan paranoid. Tambahannya, dokter Anda mungkin akan menggunakan pengobatan psiko-sosial untuk para pasien. Pengobatan psikososial adalah terapi konseling yang mendukung kegiatan sehari-hari dan juga aktivitas-aktivitas komunitas.

Grup pekerja sosial yang dipandu oleh para dokter akan mengajarkan Anda dan orang terdekat Anda seputar soft skill yang dibutuhkan dalam aktivitas sehari-hari.

Pencegahan

Penelitian tentang skizofrenia masih berlangsung dan tidak ada pencegahan yang tepat untuk membatasi gejala ini. Dengan beberapa fakta sederhana, lebih mudah mengurangi risiko skizofrenia.

  • Hindari segregasi sosial
  • Jangan gunakan obat terlarang atau alkohol
  • Berusahalah untuk mengembangkan keterampilan sosial
  • Belajarlah untuk mengatasi kecemasan dan stres
  • Pertahankan pertemanan dengan orang dewasa
  • Peduli akan stres selama kehamilan
  • Hindari pengobatan tanpa resep dokter
  • Makan makanan sehat pada kehamilan untuk menghindari kekurangan gizi
  • Pastikan lingkungan pasca kehamilan baik untuk anak dan ibu

Bagi Anda yang mengalami hal seperti ini, cobalah pahami yang sebenarnya tentang Skizofrenia yang sudah kami terapkan diatas. Semoga ini dapat bermanfaat buat semuanya.

Skizofrenia: Gejala, Penyebab, Pengobatan Dan Pencegahan

healthy |