Yuk, Intip Festival Condet Betawi Ini

Hallo guys, apa kabar semuanya? Tentunya baik-baik saja ya. Mimin kini kembali lagi untuk memberikan artikel yang menarik untuk menambah wawasan kalian. Untuk itu yuk, langsung aja kita bahas artikel mengenai festival condent.

“Festival Condet merupakan bentuk kepedulian warga Condet untuk tetap melestarikan Budaya Betawi. Festival Condet untuk kedua kalinya kembali dihelat. Gelaran budaya Betawi ini akan berisi berbagai acara kesenian hingga kuliner dipamerkan di festival ini. Penanggung jawab Festival Condet Iwan Setiawan mengungkapkan, festival ini merupakan ajang untuk memperkenalkan budaya dan kuliner Betawi.

fc-2017jpg-c753-768x576

Acara ini dimulai dengan tahlil serentak pada pukul 08.00 WIB di 17 masjid dan tujuh panggung sepanjang Jalan Raya Condet. Panitia penyelenggara menutup Jalan Raya Condet sepanjang dua kilometer. Di sana, setiap pengunjung akan dimanjakan 500 stand yang siap menawarkan dagangannya. Baik pedangang makanan maupun aneka perlengkapan kebutuhan. Yang paling menarik perhatian tentu saja jajanan khas Betawi yang tidak setiap hari bisa gampang dijumpai. Seperti kerak telor, emping melinjo, roti buaya, bir pletok dan masih banyak jenis lainnya.

festival-condet_20170727_140448

Selain makanan khas Betawi seperti diatas pengunjung pun dapat menikmati makanan modern seperti sosis hingga spagheti. Berbagai komunitas budaya juga memeriahkan festival ini. Komunitas batu akik, pendekar pencak silat, hingga marawis menunjukkan performa mereka.

roti-buayajpg-yytu-768x576

Selain itu, pengunjung juga akan dihibur berbagai kesenian Betawi seperti gambang keromong, silat Betawi dan berbagai perlombaan yang tersaji di tujuh panggung. Komunitas Batu Pandan Condet juga turut memeriahkan festival. Mereka memamerkan koleksi batu akik yang ukurannya terbilang besar-besar itu.

Nanti malam (penutupan) akan ada acara seremonial, penampilan dari band-band Betawi, dan acara kembang api,” kata Ketua Panitia Festival Condet, Hafiz, Minggu. Ia menjelaskan, acara puncak penutupan Festival Condet tersebut akan dilakukan di panggung utama di dekat Jalan Pangeran. Ia juga menyampaikan bahwa acara ini gratis. Namun, lanjut Iwan, masyarakat mesti memarkir kendaraan mereka di gang-gang dekat lokasi. “Untuk kantong parkir kita sediakan di gang-gang yang ada,” ujar Iwan.

Pada siang hari, ada empat panggung lain yang menampilkan beberapa kesenian budaya Betawi, promosi band dan ada kontes batu akik pandan. Salah satu cara memperkenalkan budaya Betawi yang ada di Condet adalah melalui kontes batu akik. “Kami di sini memperkenalkan batu akik pandan Condet, kami buat kontes batu akik pandan dan batu anggur,” kata panitia kontes batu akik pandan, Heriyanto.

batu-pandan-condetjpg-wkmp-768x576

Pemandangan yang tak melulu Betawi ini juga ditemui di lima panggungnya. Tarian dari Jakarta seperi tari meong, tari ondel-ondel, tari tapak tangan, tari tongkat, tari gegot, tari kembang tarub, tari lenggang nyai, tari topenggong, tari ngarojeng Betawi, tari yapong, tari sirih kuning, tari kang aji, tari bajidor kahot dan tari nandak ganjen dibawakan siswa-sisiwi sekolah di daerah Condet dan anggota sanggar seni yang ada di Condet. Pertunjukan budaya daerah lain seperti reog, gamelan, dan hadrah turut memeriahkan acara tersebut agar hal ini terkesan lebih menarik lagi jika di lihat oleh seseorang.

Pawainya budaya lain seperti gamelan, hadrah karena Condet kan banyak orang Arab, tadinya kami juga kepingin ada dari Papua, mungkin tahun depan kita akan sertakan semua budaya,” kata Hafiz. Ia mengatakan, ragam budaya ini selaras dengan tema Festival Condet yakni ‘Ini Budaya Kite’ yang menunjukkan bahwa Condet merupakan akulturasi dari bermacam budaya. “Ini menunjukkan di Indonesia, Betawi punya solidaritas dengan budaya lain,” ujar Hafiz.

Sebagai kawasan cagar budaya tentunya upaya pelestarian terus dilakukan agar budaya dan ke aslinya tetap terjaga meski perkembangan zaman terus mengerusnya. Itulah yang terjadi pada kawasan Condet, sesuai dengan Surat Keterangan (SK) Gubernur Tahun 74 tentang kawasan Condet ditetapkan sebagai cagar budaya, maka Kawasan Condet perlu dilestarikan keberadaannya agar tidak terlupakan. Untuk mengangkat kembali keberadaan budaya Betawi Condet serta aneka makanan dan buah-buahan asli Condet, maka selama dua hari kedepan akan digelar Festival Condet.

Festival ini akan menampilkan beragam budaya Betawi. Ketua Yayasan Cagar Budaya Betawi Condet Iwan Setiawan mengatakan, sebagai orang asli Condet, ia merasa terpanggil untuk melestarikan budaya asli daerahnya itu. “Adanya acara ini tentunya ingin menunjukan ke pada masyarakat bahwa di Condet masih ada budaya Betawi, ada cagar budaya dan buahnya dan keberadaannya harus diselamatkan.

Yuk, Intip Festival Condet Betawi Ini

hiburan |