Kisah Aladin Bersama Jin Dan Lampu Ajaibnya

Menurut wikipedia, Aladin dan Lampu Wasiat adalah film drama fantasi dari Indonesia yang mengisahkan tentang cerita Aladin dalam versi Indonesia yang sangat populer pada masa itu. Film ini diperankan oleh artis dan aktor terkenal seperti Rano Karno, Lydia Kandou, Marlia Hardy, Jack John dan Soekarno M. Noor.

Pada zaman dahulu kala, di sebuah kota di Irak yaitu Baghdad, seorang ibu tinggal bersama anak laki-lakinya yang bernama Aladin. Suatu hari, datanglah seorang laki-laki yang berusaha untuk mendekati Aladin yang sedang bermain. Kemudian laki-laki itu mengakui Aladin sebagai keponakannya. Namun Laki-laki itu mengajak Aladin pergi ke luar kota dengan se-ijin ibu Aladin untuk membantunya. Jalan yang ditempuh memang sangatlah jauh. Kemudian itu Aladin mengeluh kelelahan pada pamannya, namun dia malah dibentak dan disuruh untuk mencari kayu bakar dengan ancaman jika Aladin menolak dia akan dibunuh sampai mati.

Beberapa hari yang lalu, akhirnya Aladin sadar bahwa laki-laki itu bukanlah pamannya, melainkan seorang penyihir jahat. Setelah kayu bakar terkumpul, penyihir tersebut kemudian menyalakan api dengan kayu bakar dan mulai mengucapkan mantera. ” Abakadabrah”.

“Kraakkkkkkk” Terdengar bunyi keras disertai dengan terbelahnya tanah menjadi sebuah gua. Dalam lubang gua itu terdapat tangga sampai ke dasarnya.”Ayo turun! Ambilkan aku lampu antik di dasar gua itu.” seru si penyihir. “Tidak, aku takut turun kesana.” Jawab Aladin.

Penyihir itu kemudian mengeluarkan sebuah cincin dan memberikannya kepada Aladin.” Ini adalah cincin ajaib, cincin ini akan melindungimu.” Kata si penyihir. Akhirnya Aladin menuruni tangga itu dengan perasaan takut. Setelah sampai di dasar dia menemukan pohon-pohon berbuah permata dan emas. Setelah buah permata dan lampu yang ada disitu dibawanya, dia segera menaiki tangga kembali. Tetapi pintu gua telah tertutup sebagian.

lampu-aladin-768x480

“Cepat lemparkan lampunya!” seru si penyihir.

“Tidak! Lampu ini akan kuberikan setelah aku keluar dari gua ini.” Jawab Aladin.

Setelah berdebat, si penyihir menjadi tidak sabar dan akhirnya.” Brakkk!” Pintu lubang ditutup oleh si penyihir dan kemudian dia meninggalkan Aladin yang terkurung di dalam gua bawah tanah. Aladin menjadi sedih dan duduk termenung.” Aku lapar dan aku ingin bertemu dengan ibu.” Ucap Aladin.

Aladin merapatkan kedua tangannya dan mengusap lampu antik itu. Tiba-tiba sekelilingnya menjadi biru dan asap membumbung. Bersamaan itu muncul sosok sebesar raksasa. Aladin sangat ketakutan.

“Maafkan saya telah mengagetkan tuan. Saya adalah jin penunggu wasiat. Mulai saat ini semua permintaan tuan akan hamba turuti.” Kata sosok raksasa yang ternyata jin penunggu lampu wasiat.

“Jika demikian tolong buka pintu gua ini, aku ingin keluar.”

“Baik Tuan. abakadrabah.” Jawab Si Jin lampu.”Brakkk.” Tiba-tiba pintu gua terbuka lebar.

Aladin segera keluar dengan mambawa permata, emas dan lampu ajaib yang ditemukannya didalam gua. Setelah berada diluar Aladin segera mengusap kembali lampu wasiat ditanggannya. Asap berwarna biru kembali membumbung.” Semua permintaan tuan akan hamba turuti.” Ucap jin yang keluar dari lampu wasiat.

“Aku ingin segera kembali kerumah, aku khawatir ibuku mencemaskanku.”

“Baik. Cringg.” Tiba-tiba di depan Aladin terhampar sebuah permadani mewah. Sejenak Aladin bingung dengan adanya permadani tersebut.

“Silahkan tuan naik keatas permadani, lalu ucapkan terbang, maka permadani ini akan mengantarkan tuan kemanapun yang tuan inginkan.”

Walaupun masih bingung, Aladin segera menaiki permadani yang terhampar dihadapannya. Dengan ragu kemudian dia berkata.” Terbang ke baghdad.” Dengan cepat permadani bersama dengan Aladin melesat terbang menuju Baghdad.

Setelah tiba dirumahnya Aladin menceritakan semua hal yang dialaminya kepada ibunya.” Kenapa si penyihir itu menginginkan lampu kotor ini yah?” Kata ibu Aladin sambil menggosok membersihkan lampu.”Syuutt.” Asap biru membumbung keluar dari dalam lampu wasiat. Asap itu membentuk sebuah sosok raksasa yang merupakan jin penunggu lampu wasiat.” Silahkan ibu sebutkan keinginan ibu, maka segera akan saya wujudkan.” Aladin yang sebelumnya sudah pernah mengalami hal yang sama segera memberi perintah.” Kami sangat lapar, tolong siapkan makanan untuk kami.” Dalam waktu singkat Jin itu membawa makanan yang lezat-lezat dan kemudian menyuguhkannya dihadapan aladin dan ibunya.” Jika ada hal yang diinginkan kembali, panggil saya dengan mengusap lampu wasiat.” kata si Jin lampu.

th-2-6-300x187

Demikian hari, bulan, tahunpun berlalu. Bermodalkan emas dan permata yang dia dapatkan dari gua, Aladin dan ibunya membuka usaha perniagaan yang maju berkembang. Aladin yang sudah beranjak menjadi pemuda menjalani hidup bersama ibunya dengan bahagia.

th-1-12-300x187

Suatu hari lewatlah rombongan kerajaan yang membawa Tuan Putri Jasmine yang merupakan putri semata wayang dari Raja baghdad, didepan toko milik Aladin. Aladin sangat terpesona dengan kecantikan dari Putri Jasmine.

Aladin kemudian menceritakan keinginannya kepada Ibunda tercintanya untuk memperistri Putri Jasmine.

“Tenang Aladin, Ibu akan berusaha.”

Ibu Aladin kemudian pergi ke Istana raja Baghdad dengan membawa permata-permata milik Aladin.” Baginda, ini adalah hadiah untuk Baginda dari anak Laki-lakiku Aladin.”

Raja amatlah senang dengan pemberian tersebut.

“Wah.. anakmu pasti seorang pangeran yang tampan. Besok aku akan datang ke istana kalian dengan membawa serta puteriku.”

Setelah tiba dirumah, Ibu segera menggosok lampu dan meminta Jin untuk membuat sebuah istana yang lebih indah dari istana Raja Baghdad dalam satu malam. Aladin dan ibunya segera pergi ke atas bukit dimana jin membuat istana untuk mereka. Benar saja diatas bukit terlihat sebuah istana yang sangat megah berkilauan terkena cahaya dan sudah lengkap dengan prajurit dan pelayan istana.

aladdin-and-jas-768x550

Esok harinya Raja Baghdad dan Puterinya datang berkunjung ke istana Aladin yang sangat megah. “Maukah engkau menjadikan anakku sebagai istrimu.” Tanya Raja Baghdad kepada Aladin. Tentu saja Aladin sangat gembira mendengarnya. Aladin dan Putri Jasmine kemudian melaksanakan pesta pernikahan di Istana milik Aladin.

Nah, itulah sebuah kisah Aladin bersama jin serta lampu wasiat dari kami. Pembuatan artikel ini hanya bertujuan semata-mata untuk menghibur dan menambah wawasan kamu. Semoga bermanfaat dan terima kasih telah berkunjung!!!

Kisah Aladin Bersama Jin Dan Lampu Ajaibnya

History |