Apa Benar Mengkonsumsi Timun Bisa Membuat Becek? Ini Dia Jawabanya

Suka timun gak? Kurasa hampir rata-rata orang menyukainya kan? Jadi tidak salah kalau setiap orang tentu saja menyukai sayuran yang satu ini. Yang di dalamnya juga terdapat daging yang bergerigi. Dan biasanya timun ini juga dapat diketegori sebagian buahan, yang  ini bisa langsung dimakan setelah dikupas kulitnya, kalau perlu pun juga bisa dijadikan sebagai jus. Nah, selagi ini masih bahas tentang mentimun, apa benar timun itu bisa membuat becek? Nah, daripada penasaran yuk kita simak sama-sama.

Mengenal Tentang Timun

f

Timun atau mentimun merupakan salah satu jenis buah yang berasal dari jenis labu-labuan, tanaman buah timun hanya dapat hidup sekali. Tanaman ini akan mati setelah buahnya di panen, sehingga para petani mesti menanamnya kembali dari awal. Buah timun ini memiliki aroma yang sangat menyegarkan, maka tak heran jika buah ini banyak digunakan sebagai bahan untuk membuat minuman es. Selain rasanya yang dapat menyegarkan, buah ini juga memiliki segudang manfaat bagi kesehatan dan juga kecantikan. Lalu, selain dengan rasanya, apa bener mentimun bikin becek?

Benarkah Timun Itu Bisa Membuat Becek?

z

Benarkah demikian? Masalah keputihan merupakan masalah yang cukup mengganggu bagi wanita. Selain memberikan rasa tidak nyaman, keputihan yang dibiarkan berlarut-larut bisa menjadi pemicu berbagai penyakit. Keputihan tergolong dalam dua kategori, keputihan fisiologis dan keputihan patologis. Keputihan fisiologis merupakan jenis keputihan yang sering terjadi pada masa subur, saat sebelum dan sesudah menstruasi dan pada wanita hamil setelah melahirkan. Ciri-ciri keputihan jenis ini terdapat lendir berlebih dengan jumlah cairan yang keluar tergolong sedikit, tidak menyebabkan rasa gatal serta tidak berbau dan berwarna bening. Keputihan jenis ini tergolong aman, bukan karena disebabkan oleh suatu penyakit tertentu.

Sedangkan keputihan patologis adalah keputihan yang tidak normal bahkan masuk ke dalam jenis penyakit. Selain memiliki rasa gatal pada organ intim dan sekitarnya, keputihan jenis ini berbau dan memiliki warna kental pekat, cokelat kehijauan, bahkan dapat meninggalkan bercak-bercak pada celana dalam dan cairannya keluar lebih banyak. Jika mengalami keputihan patologis dalam jangka panjang bisa menyebabkan kanker ovarium atau kanker leher rahim.

Keputihan biasanya sudah mulai terjadi pada wanita yang memasuki usia reproduksi. Hal ini disebabkan adanya jamur, parasit atau yang biasa disebut flora normal dalam vagina. Biasanya keputihan disebabkan kurang terjaga kebersihan di area vagina sehingga lembab, gangguan terhadap bakteri, penggunaan antibiotik yang berlebihan, antiseptik yang tidak sesuai dengan vagina, mengonsumsi obat hormon secara berlebihan, menderita diabetes dan ibu hamil.

Untuk mengatasinya dengan melakukan perawatan sesuai penyebab timbul keputihan. Misalkan, disebabkan oleh bakteri dapat diatasi dengan cara pemberian obat antibakteri, antijamur, dan antiparasit. Biasanya, obat tersebut berupa pil atau obat yang dimasukkan ke dalam vagina agar sesuai dengan anjuran dokter spesialis obstetri dan ginekologi atau ahli kebidanan dan kandungan. Ciri-ciri keputihan ini harus diobati oleh dokter ahli jika sudah menggumpal, terasa gatal, menimbulkan bau tidak sedap, dan terkadang perut terasa sakit seperti hendak haid.

Di luar hal tersebut, banyak orang yang menganggap bahwa mentimun menjadi salah satu penyebab timbulnya keputihan. Namun, sesungguhnya mentimun tak ada kaitannya dengan masalah tersebut. Mentimun memang salah satu bahan makanan yang banyak mengandung air namun hal tersebut tidaklah berkaitan satu sama lain. Bahkan mentimun sangat baik jika dikonsumsi setiap hari karena dapat menyembuhkan tekanan darah tinggi, melancarkan pencernaan, kesehatan kulit, menyuburkan rambut serta menguatkan tulang.

Mentimun tidak menyebabkan keputihan ataupun becek di vagina. Keputihan adalah cairan yang keluar dari vagina. Keputihan dapat timbul dari berbagai keadaan, yaitu secara normal/fisiologis dan secara patologis. Keputihan fisiologis adalah keputihan yang normal terjadi akibat perubahan hormonal, seperti saat menstruasi, stres, kehamilan, dan pemakaian kontrasepsi. Sedangkan keputihan patologis adalah keputihan yang timbul akibat kondisi medis tertentu dengan penyebab tersering adalah akibat infeksi parasit/jamur/bakteri.

Cairan vagina normal memiliki ciri-ciri antara lain warnanya putih jernih, bila menempel pada pakaian dalam warnanya kuning terang, konsistensi seperti lendir (encer-kental) tergantung siklus hormon, tidak berbau serta tidak menimbulkan keluhan.

Sebagai informasi, keputihan terjadi saat organ vital wanita memproduksi cairan dengan jumlah yang lebih banyak dari biasanya. Biasanya, keputihan ini termasuk dalam hal yang wajar terjadi karena dipengaruhi oleh perubahan kadar hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh.

Keputihan yang normal sendiri bisa diketahui dengan tanda layaknya keluarnya cairan dengan warna yang jernih, jumlah yang tidak terlalu banyak, serta tidak menimbulkan bau tidak sedap. Biasanya, keputihan yang normal ini terjadi menjelang awal masa subur. Meskipun terkadang membuat tidak nyaman, keputihan ini justru dianggap sebagai hal yang baik dalam menjaga kesehatan organ vital wanita dan mencegah datangnya masalah vagina kering atau infeksi vagina.

Hanya saja, sebagian wanita mengalami masalah keputihan yang tidak normal yang ditandai dengan cairan yang berwarna kekuningan atau kehijauan, adanya darah pada cairan tersebut, hingga munculnya bau amis yang menyengat, rasa gatal pada sekitar vagina, hingga gatal-gatal pada perut bagian bawah. Pakar kesehatan menyebutkan jika masalah keputihan ini kerap kali disebabkan oleh infeksi bakteri, jamur, hingga parasit. Hal ini berarti, timun sama sekali tidak ada kaitan dengan datangnya masalah keputihan ini.

Mitos Yang Dipercaya Oleh Sebagian Masyarakat

c

Hal ini tentu membuat banyak kaum hawa yang menghindari salah satu jenis sayuran ini. Padahal, sebagaimana kita ketahui, timun memiliki cukup banyak manfaat kesehatan. Apakah mitos ini memang benar adanya? Pakar kesehatan menyebutkan bahwa mitos bahwa makan timun bisa menyebabkan masalah keputihan pada wanita ternyata tidak benar adanya. Sebagai informasi, keputihan terjadi saat organ vital wanita memproduksi cairan dengan jumlah yang lebih banyak dari biasanya. Biasanya, keputihan ini termasuk dalam hal yang wajar terjadi karena dipengaruhi oleh perubahan kadar hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh.

Keputihan yang normal sendiri bisa diketahui dengan tanda layaknya keluarnya cairan dengan warna yang jernih, jumlah yang tidak terlalu banyak, serta tidak menimbulkan bau tidak sedap. Biasanya, keputihan yang normal ini terjadi menjelang awal masa subur. Meskipun terkadang membuat tidak nyaman, keputihan ini justru dianggap sebagai hal yang baik dalam menjaga kesehatan organ vital wanita dan mencegah datangnya masalah vagina kering atau infeksi vagina.

Hanya saja, sebagian wanita mengalami masalah keputihan yang tidak normal yang ditandai dengan cairan yang berwarna kekuningan atau kehijauan, adanya darah pada cairan tersebut, hingga munculnya bau amis yang menyengat, rasa gatal pada sekitar vagina, hingga gatal-gatal pada perut bagian bawah. Pakar kesehatan menyebutkan jika masalah keputihan ini kerap kali disebabkan oleh infeksi bakteri, jamur, hingga parasit. Hal ini berarti, timun sama sekali tidak ada kaitan dengan datangnya masalah keputihan ini.

Nah, itulah penjelasan tentang timun, yang katanya bisa membuat becek. Jadi jika selama ini kalian beranggapan bahwa makan mentimun dapat mengakibatkan becek. Hal itu hanyalah mitos belaka.

Apa Benar Mengkonsumsi Timun Bisa Membuat Becek? Ini Dia Jawabanya

info |