Memahami Lebih Dalam Tentang Vaksin

Mungkin ada diantara Anda yang sudah mengerti atau memahami apa itu pengertian Vaksin. Namun tidak bisa dipungkiri jika masih ada yang belum terlalu memahami atau bahkan belum mengerti sama sekali mengenai apa itu Vaksin. Dalam kesempatan kali ini saya ingin membahas mengenai pengertian Vaksin. Bagi Anda yang masih bingung mengenai pengertian Vaksin, Anda bisa menyimak penjelasan mengenai pengertian Vaksin di bawah ini untuk memahami lebih lanjut.

Apa Itu Vaksin?

Vaksin merupakan suntikan yang diberikan untuk menghasilkan sistem kekebalan tubuh dari berbagai penyakit, yaitu dengan cara melemahkan atau membunuh organisme penyebab penyakit. Sedangkan imunisasi merupakan suatu proses dimana orang ataupun binatang dapat terlindung dari penyakit, yaitu dengan cara pemberian vaksin dalam proses vaksinasi. Jadi vaksin merupakan perlindungan terbaik terhadap berbagai jenis penyakit yang dapat menyerang kita kapan saja dan di mana saja, yaitu jalan-jalan satu satunya dengan mencegah maupun mematikan sumber penyebabnya.

Sebelum vaksin ditemukan, satu-satunnya cara untuk kebal terhadap penyakit adalah dengan mendapatkan sistem imunitas atau kekebalan alami. Namun tak jarang hal ini dapat membuat seseorang mengalami berbagai macam gejala-gejala penyakit dan juga meningkatkan risiko komplikasi yang bisa sangat serius atau bahkan mematikan. Selain itu, selama tahap tertentu kemungkinan penyakit juga dapat ditularkan pada orang lain disekitar kita, baik itu keluarga, teman, maupun orang-orang yang melakukan kontak dengan kita.

suntik

Selain itu, vaksin juga memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan kita. Mereka melindungi kita dari penyakit serius dan kadang mematikan seperti haemophilus influenzae type b (Hib) dan campak. Vaksin adalah bahan antigenik yang digunakan untuk kekebalan tubuh agar dapat mencegah atau mengurangi infeksi yang disebabkan oleh organisme liar. Atau secara sederhananya, Vaksin merupakan sediaan yang mengandung zat antigenik yang mampu menimbulkan kekebalan aktif dan khas pada manusia.

Istilah “vaksin” adalah kata yang lumrah kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Namun, sepertinya tidak semua orang mengerti esensi dari vaksin itu sendiri. Ketika Anda bertanya tanya, rata-rata hanya bisa menjawab, “Ya pokoknya vaksin itu buat melawan penyakit”. Tidak banyak yang punya pemahaman tentang bagaimana vaksin bekerja dalam membantu pertahanan tubuh kita melawan penyakit.

Vaksin dapat dibuat dari bakteri atau virus yang sudah tidak patogen (penyebab penyakit). Dan vaksin juga berasal dari organisme mati atau hasil dari permurnian misalnya protein, peptida, dan sebagainya. Pemberian vaksin akan menyebabkan manusia ataupun hewan dapat bertahan jika terserang oleh zat patogen misalnya serangan oleh bakteri, virus ataupun toksin.

Vaksin juga dapat membantu sistem kekebalan tubuh untuk melawan kanker (sel degeneratif). Tujuan pemberian vaksin ini adalah untuk menstimulus kekebalan tubuh tanpa menimbulkan penyakit. Namun, vaksin ini merupakan imun (kekebalan) buatan.

Jenis- Jenis Vaksin

Ada beberapa jenis vaksin yang berbeda. Setiap jenis dirancang untuk mengajarkan sistem kekebalan tubuh Anda bagaimana cara melawan beberapa jenis kuman dan penyakit serius yang mereka timbulkan. Berikut ini ada jenis vaksin utama:

  • Live Attenuated Vaccine

Live Attenuated Vaccine merupakan vaksin yang terbuat dari bakteri atau virus yang sudah dilemahkan daya virulensinya dengan cara kultur dan perlakuan yang berulang-ulang. Vaksin ini masih mampu menimbulkan reaksi imunologi yang mirip dengan infeksi alamiah.

Contoh: Vaksin polio, vaksin MMR, vaksin TBC, vaksin gondongan dan vaksin cacar air.

  • Inactived Vaccine / Killed Vaccine

Disebut dengan killed vaccine artinya vaksin ini dibuat dari bakteri atau virus yang dimatikan dengan zat kimia atau dengan pemanasan. Vaksin ini dapat berupa seluruh bagian dari bakteri atau virus, bagian dari bakteri atau virus atau hanya toksidnya saja.

Contoh: Vaksin rabies, vaksin pneumonia peumokakal, vaksin kolera, vaksin pertusis, dan vaksin demam tifoid.

  • Vaksin Toksoid

Vaksin toksoid yakni vaksin yang terbuat dari beberapa jenis bakteri yang menimbulkan penyakit dengan memasukkan racun yang telah dilemahkan kedalam aliran darah.

Contoh: Vaksin tetanus dan vaksin difteri.

  • Vaksin Accelular dan Subunit

Vaksin ini terbuat dari bagian tertentu pada virus atau bakteri dengan cara melakukan klonning dari gen virus atau bakteri melalui rekombinasi DNA, vaksin vektor virus dan juga vaksin antiidiotipe.

Contoh: Vaksin Hemofilus Influenza Type B, vaksin influenza dan vaksin hepatitis B.

  • Vaksin Idiotipe

Vaksin Idiotipe ialah vaksin yang terbuat dari fragment antigen binding dari sebuah antibodi yang dihasilkan oleh tiap klon sel B yang mengandung asam amino yang disebut dengan idiotipe atau determinan idiotipe yang dapat bertindak sebagai antigen.

  • Vaksin Rekombinan

Vaksin Rekombinan memungkinkan produksi protein virus dalam jumlah besar.

  • Vaksin DNA

Vaksin DNA atau yang disebut juga dengan Plasmid DNA Vaccines merupakan sebua vaksin baru dalam teknologi kedokteran. Vaksin ini memiliki potensi dalam menginduksi imunitas seluler. Saat ini penelitian klinis pada manusia sedang diterapkan semoga dapat membawa dampak yang positif bagi dunia kesehatan.

Fungsi Dari Vaksin

“Mencegah lebih baik daripada mengobati”, kutipan tersebut pasti sangat sering didengar bahkan mungkin sangat populer. Kutipan tersebut sangat tepat dengan fungsi vaksin ini. Pemberian vaksin (Vaksinasi) merupakan salah satu cara untuk mencegah penyakit terutama penyakit-penyakit infeksi yang menular baik dari yang disebabkan oleh bakteri maupun virus, misalnya campak, polio, difteri, meningitis, tetanus, hepatitis, dan lain-lain.

Manfaat Vaksin Untuk Tubuh

manfaat-vaksin-untuk-tubuh

Tentu saja setiap orang menginginkan terhindar dari berbagai macam penyakit, baik itu untuk dirinya sendiri, keluarga, maupun orang-orang disekitarnya. Salah satu jalan yang terbaik untuk memberikan perlindungan terhadap serangan berbagai macam penyakit adalah dengan memberikan vaksin yang bisa dimulai sejak seorang bayi dilahirkan ke dunia ini. Berikut ini beberapa manfaat vaksin bagi tubuh, diantaranya adalah:

1. Dapat Menyelamatkan Hidup Anak-anak

Dengan adanya kemajuan di bidang ilmu kedokteran, ini juga dapat memberikan dampak yang positif bagi anak-anak kita, dimana mereka dapat terlindung dari berbagai jenis penyakit yang bisa menyerang mereka kapan saja. Kita tahu bahwa usia kanak-kanak merupakan usia yang rentan terhadap serangan berbagai macam penyakit, karena diusia tersebut mereka belum memiliki sistem kekebalan tubuh sekuat orang-orang dewasa.

Namun dengan kemajuan ilmu di bidang kedokteran tersebut, beberapa penyakit yang dapat membuat mereka cidera atau bahkan dapat mengakibatkan kematian pada usia anak-anak dapat dikurangi prosentasenya, yaitu dengan jalan memberikan mereka vaksin yang bekerja dengan aman dan efektif di dalam tubuh.

Salah satu contoh kasus yang pernah terjadi adalah wabah polio yang dapat menyebabkan kelumpuhan bahkan kematian ya bagi penderita di tiap harinya. Kasus tersebut terjadi hampir diseluruh negara-negara di dunia ini. Dengan pemberian vaksin polio, laporan tentang akibat penyakit tersebut menurun dengan drastis.

2. Vaksin Sangat Aman dan Juga Efektif

Pemberian vaksin pada anak-anak akan dapat menimbulkan ketidaknyaman bagi mereka, seperti dengan timbulnya rasa nyeri baik itu di bagian yang terkena suntikan vaksin maupun anggota tubuh yang lain, serta juga dapat menimbulkan ruam pada kulit yang terkena suntikan. Namun tentu saja hal itu hanya berlangsung untuk sementara waktu saja.

Kasus timbulnya alergi pasca pemberian vaksin sangat jarang terjadi. Hal tersebut tentu saja tak sebanding dengan apabila mereka merasakan sakit akibat serangan suatu penyakit berbahaya dan mematikan. Manfaat pencegahan dengan mendapatkan vaksin jauh lebih besar daripada efek samping yang mungkin dirasakan oleh anak-anak tersebut.

 

3. Vaksin Dapat Membantu Mencegah Penularan Suatu Penyakit Pada Orang Lain

Beberapa tahun yang lalu banyak sekali kita dengar mengenai kasus kematian pada bayi dan anak-anak yang diakibatkan oleh serangan penyakit campak maupun pertusis (batuk rejan). Hal tersebut kebanyakan terjadi pada bayi maupun anak-anak yang belum sempat mendapatkan vaksin. Hal tersebut mungkin saja dikarenakan oleh beberapa kondisi seperti terjadinya alergi yang cukup parah, sistem kekebalan tubuh yang lemah, karena kondisi kesehatan seperti leukemia, maupun karena adanya alasan lain.

Untuk itu, bagi bayi maupun anak-anak yang berpotensi untuk mendapatkan vaksin, sebaiknya mereka mendapatkan vaksinasi, yaitu melalui  prosedur imunisasi lengkap. Hal ini tidak hanya melindungi mereka, tetapi juga dapat membantu mencegah penyebaran penyakit pada mereka sendiri maupun pada orang lain.

4. Dapat Menghemat Waktu dan Biaya

Tidak dapat dipungkiri bahwa dengan pemberian vaksin dapat membantu anak-anak terhindar dari berbagai macam penyakit yang dapat menyebabkan cacat yang berkepanjangan, dimana hal tersebut tentu saja akan merugikan baik dari segi waktu maupun dari segi materi hanya untuk melakukan tindakan perawatan dan pengobatan yang bisa terjadi dalam kurun waktu yang panjang.

Dengan memberikan vaksin pencegahan penyakit sejak dini pada anak-anak, merupakan suatu investasi yang menguntungkan bagi kita, dimana  pemborosan terhadap waktu dan materi dapat lebih diminimalkan. Pemberian vaksin merupakan suatu program pemerintah, dimana hal tersebut bisa didapatkan dengan gratis tanpa biaya apapun. Selain itu dampak yang bisa dirasakan adalah anak-anak dapat terhindar dari berbagai penyakit berbahaya nantinya.

5. Dapat Melindungi Generasi Berikutnya

Dengan pemberian vaksin telah terbukti dapat menurunkan resiko terhadap berbagai jenis penyakit yang dapat berdampak pada kematian maupun cacat yang berkepanjangan bagi anak-anak generasi masa depan. Beberapa contoh diantaranya adalah pemberian vaksinasi cacar pada usia anak-anak dapat membantu menyelamatkan mereka dari serangan cacar di masa depan.

Contoh lainnya adalah pemberian vaksin campak, dapat membantu menurunkan resiko penularan virus tersebut dari seorang wanita hamil kepada janin yang dikandungnya maupun bagi bayi yang baru lahir  secara drastis. Untuk itu sangat penting bagi bayi atau anak-anak untuk dapat segera mendapatkan vaksinasi  secara lengkap dan benar guna pencegahan terserangnya berbagai jenis penyakit berbahaya di masa depan.

Alasan Pemberian Vaksin

Adapun alasan orang tua untuk memberikan vaksin, karena penggunaannya memiliki hal-hal yang baik terhadap anak seperti:

1. Aman

Vaksin merupakan pertahanan terbaik terhadap serangan penyakit serius, yaitu dengan mencegah dan mematikan sumber pembawa penyakit. Vaksin adalah produk medis paling aman, namun juga memiliki beberapa resiko. Namun, dengan adanya informasi yang akurat tentang nilai vaksin serta kemungkinan efek samping, dapat membantu seseorang untuk mau mendapatkan vaksinasi daripada harus menanggung resiko penyakit dikemudian hari.

2. Efektif

Vaksin bekerja dengan sangat baik dalam tubuh. Meskipun tidak sempurna, namun vaksin yang diberikan pada anak-anak dapat menghasilkan kekebalan tubuh hingga sekitar 90- 100%. Semua jenis vaksin harus memiliki lisensi (disetujui) oleh Food and Drug Administration (FDA) sebelum digunakan. Sebelum vaksin digunakan harus melalui pengujian ekstensif untuk menunjukkan bahwa ia dapat bekerja dengan aman pada tubuh. Tes yang dilakukan diantaranya adalah dengan membandingkan kelompok orang yang mendapatkan vaksin dengan kelompok orang yang hanya mendapatkan kontrol kesehatan.

3. Tindakan Pencegahan

Infeksi merupakan penyebab timbulnya berbagai macam penyakit dalam tubuh manusia secara umum. Beberapa penyebab infeksi diantaranya adalah mikroba (patogen) yang berusaha untuk masuk ke dalam melewati kulit atau sel-sel tubuh yang melapisi bagian internal tubuh, serta sistem kekebalan tubuh.

Sistem kekebalan tubuh akan bekerja untuk mengetahui apakah penyerbu (virus, bakteri, parasit) telah memasuki itu, meskipun kita tak pernah menyadarinya. Lalu tubuh akan melakukan respon terhadap sumber-suber penyakit tersebut yaitu dengan menghancurkannya. Dalam hal ini peran serta vaksin adalah untuk membantu sistem kekebalan tubuh mempersiapkan serangan-serangan terhadap sumber infeksi tersebut, yaitu dengan menghancurkan bagian atau DNA dari mikroba penyebab infeksi.

4. Tindakan Perlindungan

Ketika sebagian masyarakat sangat kritis untuk mendapatkan imunisasi vaksin terhadap penyakit menular, sebagian besar anggota masyarakat telah mendapatkan perlindungan dari penyakit, sehingga kesempatan untuk mendapatkan wabah penyakit semakin mengecil. Kekebalan tubuh dapat mengendalikan berbagai penyakit menular, termasuk influenza, campak, gondok, rotavirus, dan penyakit pneumokokus.

Siapa Saja Yang Membutuhkan Vaksin dan Kapan Mereka Membutuhkannya

Vaksin dibutuhkan mulai dari seseorang lahir hingga beranjak dewasa. Bahkan para manula berusia di atas 65 tahun juga masih dapat mendapat manfaat dari vaksin. Dokter kepercayaan Anda akan memberikan Anda nasihat serta menjadwalkan imunisasi bagi Anda. Temui penyedia layanan imunisasi yang mungkin pernah Anda lewatkan dan imunisasi yang dianjurkan berdasarkan usia, gaya hidup, dan kondisi kesehatan Anda. Vaksin sengaja dirancang agar aman dan nyaman, meskipun diberikan pada bayi atau orang dewasa.

pentingnya-vaksin-measles-dan-rubela-untuk-anak

Meskipun vaksin aman untuk diberikan kapan saja tanpa konsultasi yang memadai, namun beberapa kondisi mungkin memerlukan saran dokter sebelum proses imunisasi dilakukan. Pastikan Anda berkonsultasi terlebih dahulu jika Anda:

  • Kemungkinan tengah mengandung (hamil)
  • Tengah menyusui
  • Memiliki alergi yang parah
  • Memiliki riwayat penyakit kronis
  • Memiliki alergi terhadap vaksin tertentu
  • Memiliki masalah sistem kekebalan tubuh
  • Baru saja menerima transfusi
  • Memiliki riwayat serangan penyakit mendadak

Vaksin membantu sistem kekebalan tubuh untuk dapat mempelajari cara melawan penyakit secara tepat dan permanen sebuah kondisi yang disebut imunitas. Lebih baik mencegah daripada mengobati. Selain merangsang imunitas, vaksin juga bermanfaat bagi mereka yang ada di sekitar Anda. Karena tubuh Anda telah dirancang untuk menghentikan penyakit, maka Anda juga mencegah keluarga, teman, tetangga, dan rekan Anda terkena penyakit yang sama. Inilah mengapa vaksin sangat penting dalam setiap kampanye kesehatan masyarakat.

Apakah Efek Samping Vaksin Berbahaya?

Seperti yang sudah kita ketahui bahwa obat-obatan itu begitu banyak dan prosedur medis, maka dari itu efek samping itu bisa saja terjadi setelah vaksinasi. Namun disamping itu efek samping yang kita ketahui itu berbeda-beda contohnya saja pada beberapa vaksin. Efek samping yang paling sering terjadi pada saat vaksin diberikan seperti nyeri, kemerahan atau bengkak. Efek samping lainnya adalah demam, sakit kepala, mual, nyeri otot dan kelelahan.

Ada juga beberapa efek samping yang jarang terjadi namun memberikan dampak yang lebih serius, seperti reaksi alergi terhadap vaksin dan tentunya hal ini memerlukan perhatian medis. Jika Anda mengalami efek samping yang berkaitan dengan vaksin, silakan hubungi para ahli medis Anda.

Jadwal Yang Tepat Untuk Memberikan Vaksin

Sistem pemberian vaksin berbeda-beda. Ada yang hanya diberikan 1 kali saja seumur hidup untuk meningkatkan kekebalan tubuh, dan ada juga yang harus diberikan beberapa kali atau lebih dari 1 kali untuk memberikan perlindungan yang maksimal.

Umumnya, pemberian vaksin atau imunisasi berbeda-beda pada anak-anak usia dibawah satu tahun atau anak-anak pada usia diatas satu tahun. Pada anak usia dibawah satu tahun lebih sering mendapat imunisasi hampir setiap bulan, vaksin tersebut ada yang diberikan 1 kali dan ada juga yang lebih dari 1 kali. vaksin atau imunisasi yang diberikan lebih dari 1 disebabkan karena antibody yang terbentuk tidak cukup untuk memberikan perlindungan sehingga, memerlukan penyuntikan lebih dari sekali.

Bagaimana Vaksin Bekerja

Vaksin ditujukan untuk melindungi Anda dengan membangun sistem kekebalan tubuh sehingga dapat melawan segala jenis penyakit, dari yang ringan hingga sangat serius. Vaksin tersebut mengandung antigen yang telah dinon-aktifkan sebelumnya sehingga tidak menimbulkan rasa sakit ketika dimasukkan ke dalam tubuh.

Karena antigen dikenali sebagai zat asing oleh tubuh, kehadirannya pada aliran darah akan memicu sistem imun untuk melepaskan antibodi pembela untuk melawannya. Disebut juga sebagai sel B, sel-sel khusus ini menetap di dalam tubuh untuk mengenali dan melawan penyakit yang disebabkan oleh virus dan bakteri, sehingga penyakit tersebut tidak kembali menjangkiti tubuh. Ini artinya jika Anda melakukan kontak dengan mikroba tersebut di masa mendatang, tubuh Anda akan mampu menghilangkannya sebelum mikroba tersebut merusak kondisi kesehatan Anda. Intinya, vaksin memperkenalkan Anda kepada virus atau bakteri untuk melindungi Anda dari penyakit yang mereka timbulkan di masa mendatang.

Imunisasi untuk beberapa penyakit tertentu perlu diperkuat, sehingga pada beberapa kasus, vaksin yang sama diberikan lebih dari satu kali.

Demikianlah artikel mengenai Pengertian Vaksin, Jenis-Jenis, Fungsi, Sistem dan Jadwal Pemberian Vaksin. Semoga dengan adanya tulisan diatas dapat menambah wawasan dan pengetahuan Anda mengenai Vaksin. Bagi Anda yang sudah membaca tulisan diatas, saya harap artikel ini bisa membantu kita memahami mengenai vaksin. Semoga bisa saya bahas di artikel-artikel selanjutnya. See you next time.

Memahami Lebih Dalam Tentang Vaksin

kesehatan |