Serangan Teroris Dalam Beberapa Tahun

Teroris adalah sebuah kelompok atau perorangan yang sering melakukan aksi terornya pada setiap target. Pada aksinya, mereka biasanya melakukan tindak pengeboman bunuh diri pada suatu tempat yang di jadikan sebagai target operasi mereka.

Kita sudah melihat beberapa tahun yang lalu aksi teroris menghancurkan sebuah tempat yang berada di kota Bali yang banyak menelan korban hingga kini dibuat menjadi sebuah monumen untuk mengenag para korban teroris.

Teroris yang melakukan aksinya

Sejak tahun 1960-an
Pada 14 Mei 1962, Teroris berupaya melakukan pembunuhan dengan cara serangan Bom terhadap Presiden Sukarno di Perguruan Tinggi Cikini, Jakarta Pusat.

Sejak tahun 1970-an 
Pada 11 November 1976, Teroris melakukan serangan Bom di Masjid Nurul Iman, kota Padang. Tersangka teroris yang bernama Timzar Zubil selaku sebagai Ketua Komando Jihad. Namun sampai saat ini, Timzar masih belum ditemukan keberadaannya.

Pada 20 Maret 1978. Sekelompok Teroris meluncurkan serangan pada beberapa tempat di Jakarta dengan menggunakan bom molotov, dan melakukan pembakaran taksi. Pada saat itu, MPR yang sedang melakukan sidang umum terganggu.

Sekitar 14 April 1978, Teroris melakukan serangan terhadap Masjid Istiqlal, Jakarta. Sampai sekarang, kasus ini masih belum terpecahkan.

Sejak tahun 1980-an 
Pada 28 Maret 1980, Pesawat Garuda Indonesia 206 DC -9 di bajak oleh sekelompok teroris. Sebuah kelompok Teroris yang disebut komando Jihad membajak pesawat garuda yang melakukan penerbangannya dari Palembang menuju Medan, dan memerintahkan para kru pesawat terbang untuk mengarah ke Kolombo, Sri Lanka. Pesawat yang dibajak tidak memiliki cukup bahan bakar, kemudian melakukan pengisian di Penang Malaysia dan di Thailand.

Pada 4 Oktober 1984, Teroris melakukan serangan Bom pada Bank Central Asia, Jalan Pecenongan, Jakarta Barat. Tersangka pengeboman bernama Muhammad Jayadi, yang juga sebagai anggota Gerakan Pemuda Jil (pemuda organisasi sayap Partai Persatuan Pembangunan). Atas dosa yang dilakukan, Jayadi berhasil di ringkus oleh pihak yang berwajib dan dijatuhi hukuman 15 tahun penjara.

Pada 24 Desember 1984, Teroris melakukan serangan Bom di Seminari Alkitab Asia Tenggara di Jalan Margono, Malang, Jawa Timur. Dalam kasus ini sampai sekarang masih belum dapat terpecahkan.

Pada 21 Januari 1985, Aksi teroris melakukan serangan Bom pada Budha Borobudur Temple, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Aksi ini menelan banyak korban. Tersangka pengeboman berhasil ditangkap dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

Pada 16 Maret 1985, serangan teroris yang meledakkan bus Ekspres di Bayuwangi, Jawa Timur. Sebagai tersangka utama, Abdulkadir Al Hasby ditangkap dan dijatuhi hukuman penjara.

Sejak tahun 1990-an
Sekitar 13 September 1997, Teroris melakukan aksi pengeboman di Mranggen, Demak, Jawa Tengah. Serangan bom direncanakan oleh tiga pemuda asal Timor Timur.

Sekitar 11 Desember 1998, Teroris melakukan aksinya dengan meledakkan Bom di salah satu pusat perbelanjaan Plaza Atrium Senen, Jakarta Pusat. Aksi ini banyak menelan korban.

Sekitar 19 April 1999, Masjid Istiqlal, Jakarta dihebohkan oleh bom yang meledak. Eddy Ranto alias Umar dituduh sebagai tersangka pengeboman dan perampokan Bank BCA Taman Sari, Jakarta, dan bom Hayam Wuruk, Jakarta, minggu sebelumnya.

Sekitar 24 Desember 2000, saat malam Natal, Sebuah ledakan Bom terjadi di Indonesia yang merupakan bagian dari serangan teroris oleh Al Qaeda dan Jemaah Islamiyah. Serangan Bom tersebut ditujukan pada gereja-gereja yang ada di Jakarta, Pekanbaru, Medan, Bandung, Pulau Batam, Mojokerto, Mataram, dan Sukabumi yang menewaskan sekitar 18 orang dan lainnya luka-luka.

Sekitar 12 Oktober 2002, Bali juga menjadi sasaran teroris dengan ledakan yang sangat dahsyat. Ledakan Bom di Kuta Bali menewaskan sekitar 202 orang dan sekitar 240 orang terluka. Akibat dari serangan Bom yang paling besar dalam sejarah, ketiga tersangka menerima Hukuman Mati.

Sekitar 5 Agustus 2003, sebuah Bom yang berasal dari mobil di daerah parkiran Hotel JW Marriot meledak dengan cara Bom bunuh diri yang menewaskan 12 orang dan 150 yang lainnya mengalami Luka-luka.

Sekitar 31 Desember 2003, Tindak pengeboman terjadi selama konser di sebuah pasar malam di Peureulak, Aceh, yang menewaskan warga setempat sekitar 10 orang, termasuk tiga anak dan 45 yang lainnya mengalami luka parah.

Sekitar 9 September 2004, sekitar pukul 10:30 waktu setempat, sebuah mobil kecil yang berada tepat di luar Kedutaan Australia kawasan Kuningan Jakarta Selatan dihebohkan dengan bom bunuh diri yang menewaskan sebanyak 9 orang termasuk pelaku dan 150 yang lainnya mengalami luka parah.

Sekitar 28 Mei 2005, pusat pasar tentena, Sulawesi Tengah dihebohkan oleh Bom yang meledak di pagi hari yang menewaskan sekitar 22 orang dan 40 lainnya mengalami Luka-luka.

1 Oktober 2005, tidak hanya sekali, pada tahun 2005, Bali kembali di hebohkan oleh Bom bunuh diri di kawasan Jimbaran Beach Resort dan pantai Kuta, Bali yang menelan korban meninggal sia-sia sekitar 20 orang dan 100 orang lainnya mengalami Luka-luka.

Sekitar 31 Desember 2005, Bom rakitan meledak di dalam pasar daging yang berada di Pulau Sulawesi Tengah dan menewaskan sekitar 8 orang dan melukai 53 orang lainnya.

Sekitar 15 April 2011, pelaku Bom bunuh diri yang dilakukan di salah satu Masjid yang ada di Cirebon Jawa Barat yang melukai sekitar 28 orang pada saat Sholat Jumaat. 

Sekitar 25 September 2011, Bom bunuh diri kembali meledak di gereja Bethel yang berada di Kepunton, Solo, Jawa Tengah. Aksi bom bunuh diri melukai 14 orang.

Sekitar 17 Agustus 2012, sasaran berikunya adalah polisi. Dua polisi Solo Jawa Tengah yang sedang mengatur lalu lintas yang pada saat itu sedang Idul Fitri di tembak oleh seseorang yang sedang mengendari sepeda motor yang terjadi pada hari Jumat sekitar pukul 1;10 yang melukai kedua polisi tersebut.

Sekitar 14 Januari 2016, Jakarta kembali menjadi sasaran teroris dengan meledakkan yang berdekatan pada Cafe Starbucks yang menghancurkan Pos polisi dan menewaskan sebanyak 3 Orang.

Serangan Teroris Dalam Beberapa Tahun

News |