Pengertian, Jenis, Unsur, Serta Manfaat Dari Diskusi

Sering mendengar istilah diskusi kan? Yah, istilah tersebut memang tidak bisa dipungkiri jika masih ada yang belum terlalu memahami atau bahkan belum mengerti sama sekali mengenai apa itu pengertian Diskusi. Jadi bagi Anda yang belum mengetahui tentang diskusi. Anda dapat menyimak penjelasan mengenai pengertian Diskusi di bawah ini untuk memahami lebih lanjut.

Apa Itu Diskusi?

Diskusi adalah bentuk proses dalam bertukar pikiran yang teratur dan terarah. Kata “diskusi” pada awalnya berasal dari bahasa Latin yaitu discusium atau discutio yang memiliki arti “bertukar pikiran”. Akan tetapi, tidak semua kegiatan yang ada kaitannya dengan tukar pikiran dapat disebut sebagai diskusi. Oleh karena itu, di dalam sebuah diskusi membutuhkan topik yang berguna untuk didiskusikan.

group-discussion

Kegiatan diskusi ditujukan untuk memperoleh suatu kesepakatan, pengertian dan keputusan bersama mengenai suatu topik atau masalah yang telah disepakati dari awal. Di dalam forum diskusi, adanya proses tanya jawab merupakan suatu unsur yang sangat penting. Diskusi merupakan suatu interaksi antara 2 orang atau lebih. Pada umumnya, komunikasi yang terjadi antara mereka dalam bentuk ilmu atau sebuah pengetahuan dasar yang pada akhirnya dapat memberikan rasa pemahaman yang baik.

Jenis-Jenis Diskusi

focusgroupdiscussion

Ada jenis diskusi umum yang biasanya digunakan, diskusi ini adalah komite atau pertemuan konferensi diskusi panel, simposium dan forum kuliah. Diskusi dapat didefinisikan sebagai semacam musyawarah tujuan sistematis yang diadakan untuk tujuan penyelidikan atau pemecahan masalah atau masalah. Namun disamping itu ada hal-hal tertentu yang harus dipertimbangkan dalam persiapan untuk diskusi kelompok yaitu; pemilihan subjek atau masalah yang akan dibahas, ungkapan subjek atau masalah, temuan material dan mengatur diskusi. Berikut ini dia jenis- jenis diskusi yaitu:

  • Seminar

Seminar adalah satu pertemuan di mana semua para pesertanya terlibat aktif. Di dalam seminar yang dimaksud ini, tidak ada pembicara dan peserta, seperti yang dikenal dalam seminar pada umumnya. Tidak ada perbedaan antara pembicara dan peserta. Jadi sebelum Anda mengadakan sebuah seminar, pastinya Anda perlu mengetahui lebih dahulu sebenarnya apa yang dimaksud dengan seminar. Seminar adalah untuk mengeksplorasi sebuah ide. Dengan demikian seminar berbeda dengan pelatihan, di mana di dalam pelatihan, ada sebuah keahlian yang dibawakan oleh seorang yang menguasainya.

Seminar merupakan suatu diskusi yang dipakai guna mencari kesepakatan pandangan dalam menghadapi permasalahan yang sifatnya formal, sehingga para pemrasaran menyiapkan kertas kerja ataupun makalah untuk disajikan. Biasanya seminar memaparkan hasil-hasil yang bersifat ilmiah, sehingga dibutuhkan panelis atau narasumber yang mengerti dan ahli di dalam bidang masalah tersebut. Seminar seringkali dilaksanakan dalam bentuk dialog dengan moderator, atau melalui sebuah presentasi hasil penelitian dalam bentuk yang formal.

Kadang kala ada sesion debat dan ada kala berbagi pengalaman, walaupun topik yang dibahas adalah masalah sehari-hari. Dalam membahas masalah, tujuannya adalah mencari suatu pemecahan, oleh karena itu suatu seminar selalu diakhiri dengan kesimpulan atau keputusan-keputusan yang merupakan hasil pendapat bersama, yang kadang-kadang diikuti dengan resolusi atau rekomendasi.

Pembahasan dalam seminar memakan waktu yang lebih lama karena sifatnya yang ilmiah. Apabila para pembicara tidak dapat mengendalikan diri biasanya waktu banyak dipergunakan untuk pembahasan yang kurang penting. Oleh karena itu, dibutuhkan pimpinan kelompok yang menguasai persoalan sehingga penyimpangan dari pokok persoalan dapat dicegah.

Penyimpangan ini dapat diatasi bila setiap kali ketua sidang menyimpulkan hasil pembicaraan sehingga apa yang akan dibicarakan selanjutnya sudah terarah. Pastinya, jika anda berperan sebagai peserta, anda harus siap menulis apa yang ingin anda tanyakan atau yang belum anda pahami dari apa yang dibahas oleh si pembicara. Karena memang anda harus mendapat sesuatu dan hasil, bukan?

Kelebihan dari sebuah seminar ialah dapat membangkitkan pemikiran yang logis antar peserta diskusi. Lalu, seminar juga dapat mendorong pada analisa masalah yang menyeluruh. Prosedur seminar itu sendiri dapat diterapkan untuk berbagai jenis problema atau masalah yang ingin dibahas. Seminar juga dapat membangkitkan tingkat konsentrasi yang tinggi pada diri peserta serta meningkatkan keterampilan dalam mengenal problema.

Seminar juga memiliki beberapa kelemahan, seperti membutuhkan banyak waktu, memerlukan pimpinan yang terampil, sulit dipakai bila kelompok terlalu besar, mengharuskan setiap anggota kelompok untuk mempelajari terlebih dahulu dan mungkin perlu dilanjutkan pada diskusi yang lain.

  • Training

Training jika diartikan dalam bahasa Indonesia artinya pelatihan. Dengan definisi seperti itu sudah sangat jelas bahwa kita benar-benar akan praktek. Training bersifat “learning by doing”, yang dipandu oleh si pelatih dan praktik apa yang akan diajarkan. yang artinya belajar dengan berbuat. Training ini sendiri dilakukan dengan panduan oleh panulis.

Ini bagus untuk anda yang ingin menguasai sebuah topik tertentu. Misalnya ada pelatihan bisnis online, anda akan belajar bukan sebatas teori melainkan anda juga pasti praktek. Mulai dari reserch keyword, mengetahui jumlah pesaing, membuat website, artikel marketing, branding, dll.

  • Sarasehan

Merupakan bentuk diskusi yang diselenggrakan dengan mendengarkan pendapat atau pemikiran para ahli mengenai permasalahan atau topik dalam bidang tertentu. Sarasehan berbeda dengan simposium.

  • Simposium

Simposium yaitu suatu serangkaian pidato pendek yang disampaikan di depan pendengar dengan seorang ketua atau moderator. Simposium akan menampilkan beberapa pembicara dan dimana mereka menyampaikan berbagai aspek pandangan yang berbeda dengan tema yang sama. Dapat juga terjadi, pada suatu tema persoalan dibagi menjadi beberapa aspek, lalu pada setiap aspek tersebut akan di soroti secara khusus tidak perlu dari berbagai macam sudut pandang.

Simposium terdiri dari pembicara dan juga penyanggah, dibawah ketua diskusi (moderator). Biasanya para pendengar akan diberikan kesempatan untuk mengajukan pendapat atau bisa juga pertanyaan setelah pembahasan utama selesai. Disini ketua dari simposium hanya mengkoordinasi jalannya pembicaraan, meneruskan pertanyan, sanggahan dan juga pandangan umum para peserta simposium. Hasil dari simposium dapat di publikasikan atau disebar luaskan, terutama yang berasal dari pembahasan utama dan penyeanggah, sedangkan dari pandangan umumnya hanya yang dianggap memang diperlukan.

Berbeda dengan sarasehan, simposium ialah sebuah diskusi yang berbentuk pertemuan antara ahli dan peserta diskusi untuk memberikan pengarahan singkat sebelum dimulainya pelaksanaan kegiatan inti.

  • Panel

Panel merupakan salah satu bentuk diskusi yang sudah direncanakan tentang suatu topik di depan para pengunjung. Diskusi panel dibawakan oleb 3-6 orang yang dianggap ahli yang dipimpin oleh seorang moderator. Para panelis berdiskusi sedemikian rupa, sehingga para pengunjung dapat mengikuti pembicaraan mereka. Pengunjung hanya berfungsi sebagai pendengar, oleh karena itu pengunjung yang begitu besar jumlahnya dianggap sebagai kelompok yang diajar oleh suatu regu guru. Akan tetapi panelis harus dapat merangsang cara berfikir para peserta diskusi dengan memberikan berbagai macam persepektif.

Dalam diskusi panel biasanya akan dimulai dari perkenalan-perkenalan para panelis yang dilakukan oleh moderator diskusi, lalu akan disampaikan persoalannya secara umum kepada para panelis yang nantinya akan di diskusikan. Moderator berperan sebagai pengatur jalannya diskusi dan sekali-kali harus dapat menyimpulkan apa yang telah disampaikan oleh para panelis. Dalam diskusi ini jika terjadi perbedaan pendapat tidak akan jadi masalah, karena diskusi panel didak perlu mencapai suatu keputusan atau pendapat.

Dalam diskusi panel, moderator diperbolehkan bertanya langsung kepada panelis untuk menggali pandangan atau pendapat. Peserta diskusi juga dapat menanggapi atau menyanggah hal yang dipaparkan oleh panelis. Pelaksanaan panel dimulai dari perkenalan para panelis oleh moderator, kemudian disampaikan persoalan umum kepada para panelis tersebut, untuk didiskusikan. Mereka seharusnya adalah orang-orang yang pandai berbicara dengan lancar dan menarik. Jika diskusi telah selesai para pendengar dapat membentuk suatu kelompok untuk mendiskusikan secara lanjut mengenai tema yang dibahas oleh para panelis. Tapi pada diskusi jenis ini para pendengar tidak dapat mengemukakan pendapat mengenai tema yang dibahas.

  • Rapat

Rapat merupakan alat/media komunikasi kelompok yang bersifat tatap muka dan ini sangat penting diselenggarakan oleh banyak organisasi, baik swasta maupun pemerintah untuk mendapatkan mufakat melalui musyawarah untuk pengambilan keputusan. Jadi rapat merupakan bentuk komunikasi yang dihadiri oleh beberapa orang untuk membicarakan dan memecahkan permasalahan tertentu, dimana melalui rapat berbagai permasalahan dapat dipecahkan dan berbagai kebijaksanaan organisasi dapat dirumuskan.

Walaupun rapat merupakan aktivitas yang sangat penting, namun sering kita temukan beberapa permasalahan dalam rapat, dimana kita sering mendengar adanya keluhan dari pengawai.

  • Kongres

Kongres ialah suatu pertemuan wakil-wakil dari suatu organisasi yang bertujuan untuk mendengarkan permasalahan bersama dan menyampaikan usulan-usulan dan pendapat yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah tersebut. Kongres biasanya dibuat oleh partai politik seperti kongres democrat, kongres Golkar dan lain-lain.

  • Mukhtamar

Pada dasarnya istilah mukhtamar memiliki makna yang sama dengan istilah kongres, musyawarah atau konferensi, hanya saja istilah ini lebih dikenal di kalangan organisasi-organisasi islam. Misalnya: mukhtamar muhamadiyah, mukhtamar nahdatul ulama dan lain sebagainya.

  • Pembekalan

Pembekalan juga merupakan suatu bentuk pertemuan yang bertujuan memberikan pendidikan dan pelatihan (diklat) kepada pra peserta agar mereka memiliki wawasan yang lebih luas berkaitan dengan lingkup kerja mereka. Pembekalan juga dapat diberikan kepada para kader partai politik agar mereka lebih memahami visi da misi partainya. Dalam bidang kepegawaian , pembekalan diberikan kepada para calon pegawai baru. Sekarang pendidikan dan pelatihan pegawai baru lebih dikenal denga istilah pelatihan pra jabatan.

  • Konferensi

Kongres adalah suatu bentuk pertemuan yang umumnya dihadiri oleh wakil-wakil cabang suatu organisasi (induk) untuk membicarakan dan menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh organisasi yang bersangkutan. Misalnya kongres wanita katolik Indonesia, kongres partai amanat nasional, kongres partai persatuan pembangunan, kongres ikatan dokter Indonesia, kongres persatuan guru republic Indonesia, kongres ikatan sarjana ekonomi dll.

  • Munas

Munas atau musyawarah nasional adalah suatu musyawarah, perundingan atau rapat perundingan yang bersifat nasional yang dihadiri oleh berbagai perwakilan dari seluruh Indonesia untuk membicarakan suatu masalah demi kepentingan nasional. Misalnya: Musyawarah golongan karya, musyawarah himpunan pengusaha muda Indonesia.

Munas luar biasa adalah munas yang diselenggarakan lebih awal atau lebih cepat dari jadwal yang telah ditentukan dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga. Misalnya Munas himpunan pengusaha muda Indonesia biasanya diselenggarakan setiap lima tahun sekali. Apabila sebelum lima tahun muncul permasalahan yag dianggap penting dan harus segera dipecahkan, maka kemudian diadakan munas luar biasa.

Unsur-Unsur Diskusi

unsur-diskusi

Nah, setelah kita sudah mengetahui pengertian dan jenis-jenis dari diskusi. Namun ada baiknya kita juga mengetahui unsur-unsur diskusi yang merupakan beberapa perangkat yang diperlukan untuk menunjang dilaksanakannya suatu proses diskusi. Unsur-unsur tersebut adalah:

1. Moderator

Moderator ialah orang yang bertugas untuk memimpin jalannya diskusi. Moderator merupakan pemimpin sebuah diskusi, maka seorang moderator juga sering disebut dengan pempimpin diskusi. Moderator juga diharuskan untuk menengahi anggota diskusi yang berdebat di dalam proses diskusi. Oleh sebab itu, moderator merupakan unsur yang sangat penting di dalam diskusi.

2. Panelis atau Narasumber

Panelis atau narasumber merupakan orang yang bertugas untuk memberikan materi di dalam suatu diskusi. Panelis atau narasumber bisa terdiri dari satu orang atau bahkan lebih. Selain memberikan materi terhadap permasalahan diskusi, panelis juga bertugas untuk memaparkan beberapa alternatif pemecahan permasalahan tersebut, agar para anggota diskusi memahami arti sesunggunya mengenai masalah yang diangkat. Panelis juga harus siap untuk menjawab pertanyaan-pertanyan dari peserta atau anggota diskusi.

3. Notulen

Notulen atau sering juga disebut dengan notulis merupakan orang yang bertugas untuk mencatat keseluruhan jalannya diskusi dari awal hingga akhir. Seorang notulen harus mampu dan terampil dalam menyaring informasi-informasi yang dikemukakan oleh anggota diskusi, baik itu sanggahan, pertanyaan, maupun pernyataan. Tugas lain dari seorang notulen ialah harus mampu membuat ringkasan atau hasil dari diskusi yang dijalankan.

4. Peserta Diskusi

Peserta diskusi atau anggota diskusi adalah orang-orang yang terlibat di dalam sebuah diskusi. Peserta diskusi haruslah memperhatikan tata tertib jalannya diskusi. Selain itu, seorang peserta diskusi juga dituntut untuk aktif memberikan pendapat atau pikirannya yang berguna bagi pemecahan permasalahan yang terdapat di dalam diskusi.

5. Materi

Materi merupakan bahan yang diperlukan di dalam diskusi. Materi biasanya disampaikan oleh panelis atau narasumber. Materi haruslah menyangkut dengan permasalahan yang sedang diangkat dalam sebuah diskusi. Materi tersebut dapat berupa paparan masalah, alternative penyelesaian dan lain-lain.

6. Peralatan

Satu hal yang tidak kalah penting di dalam diskusi ialah kehadiran perlengkapan ataupun peralatan penunjang. Peralatan disini tergantung dari jenis diskusi yang dibuat. Contohnya seperti microphone, meja, kursi, proyektor, dan lain-lain.

Fungsi Diskusi

Diskusi digunakan untuk menyajikan pendapat yang berbeda tentang masalah atau topik tertentu, yaitu argumen untuk ide-ide antara positif dan negatif atau antara yang baik dan yang buruk. Diskusi memiliki beberapa fungsi, antara lain sebagai berikut.

1. Pemecahan masalah

Di dalam diskusi tentunya memiliki sebuah permasalahan atau topik yang diangkat untuk membicarkan secara bersama-sama. Permasalahan disini merupakan hal mutlak yang dibangun di dalam diskusi, sehingga permasalahan yang akan dapat dipecahkan secara bersama-sama.

Tidak mungkin dilakukan diskusi jika tidak ada permasalahan yang akan dibicarakan. Diskusi dibuat atau dibentuk oleh karena adanya suatu permasalahan bersama yang memerlukan suatu solusi yang tepat dan dapat diterima oleh semua orang. Maka dari itu, forum diskusi merupakan wadah yang sangat tepat untuk memecahkan suatu permasalahan.

2. Pengembangan

Diskusi juga berfungsi sebagai wadah untuk mengembangkan pribadi, harga diri, hormat kepada sesama, berani mengatakan pendapat dan mendalami pengertian tentang suatu persoalan. Dikarenakan di dalam diskusi, seseorang dituntut untuk dapat dengan berani mengemukakan pendapatnya menganai suatu masalah.

Selain itu, diskusi juga membentuk kepribadian baik bagi para anggota diskusi. Hal ini karena proses diskusi yang membutuhkan kesabaran dan kematangan di dalam berpikir, sehingga apapun yang diutarakan dapat menjadi solusi bersama.

Manfaat Diskusi

  • Membiasakan sikap saling menghargai
  • Menanamkan sikap demokrasi
  • Mengembangkan daya berfikir
  • Mengembangkan pengetahuan dan pengalaman
  • Mewujudkan proses kreatif dan analitis
  • Mengembangkan kebebasan pribadi
  • Melatih kemampuan berbicara

Tujuan Diskusi

  • Untuk dapat menyadari & menguji bukti-bukti system nilai, pendapat & respon dari suatu gagasan atau orang lain.
  • Untuk menguji secara kolektif tentang suatu gagasan yang dikemukakan orang lain.
  • Untuk bertukar pikiran & ide, belajar mengungkapkan serta menanggapi keterangan yang relevan.
  • Mengaitkan data & keadaan dari berbagai pandangan orang lain & latar belakangnya berbeda-beda.

Metode Diskusi

  • Suasana diskusi harus terasa hangat dan akrab antar anggota kelompok.
  • Kenali watak, karakter, dan perilaku para individu di dalam diskusi agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan misalnya perseteruan antar anggota kelompok.
  • Tidak mencari keuntungan apapun dari diskusi maupun orang-orang di dalamnya.

Demikian sampai sinilah pembahasan kita kali ini mengenai diskusi. Semoga dengan adanya tulisan diatas dapat menambah wawasan dan pengetahuan mengenai Diskusi. Bagi Anda yang sudah membaca tulisan diatas, Anda bisa juga memberi kritik dan saran mengenai tulisan ini di kolom komentar.

Pengertian, Jenis, Unsur, Serta Manfaat Dari Diskusi

Pengetahuan |