Ulasan Mengenai ” Apa Itu Metabolisme?”

Pernahkah Anda mengenal seseorang yang makannya banyak tapi tidak pernah mendapatkan berat badan? Atau, bagaimana dengan seseorang yang mencoba menurunkan berat badan, namun sepertinya tidak bisa menurunkan berat badan? Kita sering menyalahkan metabolisme untuk kedua fenomena ini. Namun konsep metabolisme adalah teknik yang seringkali kurang dipahami.

Metabolisme didefinisikan sebagai jumlah semua reaksi kimia di dalam tubuh manusia. Ini termasuk proses kimia dimana zat dipecah, diproduksi, atau dimodifikasi secara kimia. Metabolisme sering digambarkan dalam hal penggunaan makanan dan nutrisi di dalam tubuh, terutama karena lebih mudah dipahami. Dalam pelajaran ini, kita akan membahas aspek dasar metabolisme yang berkaitan dengan makanan. Nah, apakah metabolisme itu? Dan bagaimana prosesnya terjadi di dalam tubuh mahkluk hidup? Untuk memahami tentang metabolisme, mari kita jelaskan satu persatu secara rinci.

Apa Itu Metabolisme?

2

“Metabolisme adalah proses kimia yang terjadi dalam organisme hidup untuk mempertahankan kehidupan.” Itu tidak benar-benar memberi tahu kita apa yang ingin kita ketahui. Metabolisme bisa dipecah menjadi berbagai komponen. Bentuk yang paling mendasar adalah Basal Metabolic Rate, atau BMR. Tingkat metabolisme awal ini adalah jumlah kalori seseorang yang membakar setiap hari untuk mempertahankan kehidupan.

Tinggal hanya membutuhkan sedikit energi lebih dari yang kita duga. Ada ribuan reaksi kimia yang terjadi di tubuh kita pada detik tertentu. Ini harus didorong entah bagaimana, di situlah kita mendapatkan metabolisme. Seringkali angka ini berada pada kisaran 1.600-2.000 kalori per hari untuk ukuran rata-rata pria. Dan semakin besar individu ini, semakin banyak kalori yang mereka bakar untuk mempertahankan kehidupan.

BMR penting untuk dipahami, karena seseorang yang mengatakan bahwa mereka memiliki metabolisme yang lambat secara harfiah mengatakan bahwa mereka berjuang untuk mempertahankan kehidupan. Dan sementara itu mungkin terasa benar saat Anda menghadapi mabuk berat, kemungkinan tidak demikian. Ada sedikit sekali contoh di mana metabolisme benar-benar ada.

Metabolisme merupakan semua reaksi kimia yang terjadi di dalam tubuh organisme termasuk di tingkat selular untuk mempertahankan kelangsungan hidup.

Metabolisme disebut juga reaksi enzimatis karena metabolisme terjadi selalu menggunakan katalisator enzim. Mengapa demikian? Karena enzim dibutuhkan untuk memperlancar proses metabolisme, tanpa enzim proses ini tidak akan berjalan dengan baik alias terhambat. Dengan kata lain control dari metabolisme yang terus berjalan dalam tubuh makhluk hidup bergantung pada aktivitas enzim.

Enzim merupakan senyawa protein yang berperan dalam metabolisme yaitu sebagai biokatalisator yang mampu mempercepat reaksi kimia tetapi tidak ikut bereaksi. Enzim bekerja dengan cara menurunkun energi aktivitasi. Factor-faktor yang mempengaruhi kerja enzim antara lain suhu, pH, zat peghambat (Inhibitor), activator dan konsentrasi. Level enzim pada tubuh makhluk hidup tergantung kebutuhan metabolisme.

Macam-macam Jenis Metabolisme

3

Metabolisme secara umum terbagi atas 2 yaitu katabolisme dan anabolisme yang pastinya memiliki tugas atau perannya masing-masing. Untuk lebih jelasnya, perhatikan poin berikut ;

  • Katabolisme

Bayangkan Anda sedang makan sepotong pizza pepperoni. Dalam irisan itu, Anda memiliki beberapa nutrisi penting yang diperlukan untuk kehidupan. Anda memiliki protein, yang mengandung asam amino. Anda memiliki pati, yang mengandung gula untuk energi. Anda juga memiliki lemak, yang bisa digunakan untuk menghasilkan energi dan hormon. Tapi, untuk mendapatkan komponen yang Anda butuhkan (seperti asam amino dan gula), Anda harus memiliki cara untuk memecah bahan-bahan ini.

Katabolisme adalah proses pemecahan materi di dalam tubuh. Saat kita mencerna makanan, kita menghancurkan protein, lemak, dan pati untuk protein. Hal ini dilakukan dengan menambahkan air ke ikatan kimia di dalam zat ini, yang merupakan proses yang dikenal sebagai hidrolisis. Makanan yang tidak dapat dicerna, atau tidak bisa dipecah, tidak bisa dihidrolisis dalam tubuh.

  • Anabolisme

Agar tubuh kita berfungsi, kita harus bisa menghasilkan bahan yang kita butuhkan dari makanan yang kita cerna. Setelah mengkategorikan makanan kita, kita tertinggal dengan komponen dasar yang kita butuhkan seumur hidup. Misalnya, jika kita memiliki jaringan yang rusak, kita harus memproduksi protein untuk menyembuhkan jaringan tersebut. Oleh karena itu, asam amino yang kita terima dari makanan kita dapat digunakan untuk membangun kembali protein. Gula yang dihasilkan dengan mencerna pati dapat digunakan untuk menghasilkan gula yang lebih besar untuk penyimpanan. Lemak bisa direproduksi untuk menyimpan energi. Semua bahan ini dibuat melalui anabolisme.

Anabolisme adalah proses pembuatan zat yang lebih besar dari bahan yang lebih kecil. Hal ini, dalam arti tertentu, kebalikan dari katabolisme karena hal itu dicapai dengan menghilangkan air untuk menciptakan ikatan.

Fungsi Metabolisme

 

Semua yang ada didalam tubuh kita pastinya memiliki fungsinya masing-masing, begitu pula dengan metabolisme yang ada ditubuh kita yang ternyata sangat berperan penting dalam kehidupan kita. Berikut adalah fungsi metabolisme:

  • Metabolisme memiliki peran yang penting bagi proses yang terjadi dalam tubuh makhluk hidup, diantaranya adalah ;
  • Menghasilkan, energi bagi dari proses perubahan zat-zat makanan yang ada di dalam tubuh
  • Zat-zat lain yang berasal dari protein berguna untuk pertumbuhan dan respirasi jaringan tubuh.
  • Mengganti jaringan yang rusak atau membentuk jaringan
  • Menyusun unit pembangun menjadi protein, asam nukleat dan komponen sel lainnya

Proses Metabolisme Dalam Tubuh

images-14

Jika telah mempelajari lebih lanjut, jadi setiap metabolisme masuk ketubuh seseorang yang pastinya ini mempunyai proses tersendiri. Namun, pada saat pembagian metabolisme proses yang terjadi juga berbeda. Secara umum, ada 3 proses utama metabolisme yaitu metabolisme protein, lemak dan karbohidrat.

1. Metabolisme Karbohidrat

Mencakupi penguraian (katabolisme), sintesis (anabolisme) dan juga perubahan antar bentuk pada karbohidrat di dalam tubuh organisme. Bentuk karbohidrat terpenting yakni glukosa, dimana glukosa ini sejenis senyawa gula sederhana (monosakarida).

Pada proses pencernaan makanan di dalam tubuh, karbohidrat mengalami suatu proses hidrolisis yakni sebuah proses penguraian dengan menggunakan bantuan air. Proses pencernaan karbohidrat ini terjadi dengan cara menguraikan polisakarisa menjadi monosakarida.

Pada saat makanan dikunyah di mulut, makanan akan bercampur dengan air liur dimana air liur mengandung enzim ptialin. Enzim ptialin ini akan menghidrolisis pati menjadi maltosa dan juga gugus glukosa kecil yang terdiri dari tiga hingga sembilan molekul glukosa.

Setelah makanan tersebut ditelan, makanan akan masuk ke lambung kemudian bercampur dengan zat yang disekresikan oleh lambung. Lalu makanan masuk ke duodenum. Kemudian makanan akan bercampur dengan getah pancreas.

Hasil akhir dari pencernaan tersebut yakni fruktosa, glukosa, monosakarida dan juga manosa yang lalu akan diabsorbsi melalui dinding usus dan akan di bawa ke hati oleh darah.

2. Metabolisme lemak

Yakni suatu proses dimana asam lemak dicerna kemudian dipecah untuk menghasilkan energy atau disimpan dalam tubuh manusia sebagai cadangan energy. Metabolisme lemak terjadi di dalam usus karena usus mengandung enzim lipase.

Ketika makanan masuk ke dalam usus, terjadi kontraksi yang akan merangsang keluarnya hormon koleistokinin. Hormon tersebut dapat menyebabkan kantung empedu berkontraksi sehingga mengeluarkan cairan empedu. Empedu mengandung garam empedu yang berperan penting dalam mengemulsi lemak menjadi butiran lemak yang berukuran lebih kecil.

Hal tersebut memudahkan proses hidrolisis lemak oleh lipas yang nanti dihasilkan pancreas. Penyerapan metabolisme lemak ini sebagian besar teradi di usus halus. Metabolisme lemak juga dapat diangkut ke hati, sel-sel otot, atau sel- sel lemak, yang dapat digunakan sebagai energi atau disimpan untuk energi cadangan.

3. Metabolisme Protein

ialah suatu proses kimia dan fisik baik yang mencakup perubahan dari protein (anabolisme) menjadi asam amino dan pemecahan asam amino (katabolisme) dari protein. Asam amino yang tersebar melalui darah dan masuk ke dalam jaringan tubuh, akan kembali disintesis menjadi protein. Keseimbangan diantara katabolisme dan sintesis protein ini berguna untuk mempertahankan fungsi sel yang masih normal.

Pada awal metabolisme, asam amino melibatkan pelepasan gugus amino, lalu perubahan kerangka karbon pada molekul asam amino. Proses pelepasan gugus amino ini meliputi deaminasi dan transmisi oksidatif. Deaminasi oksidatif memakai dehidrogenese sebagai katalis, sedangkan  Transmisi yakni proses katabolisme asam amino yang melibatkan gugus amino dari satu asam amino kepada asam amino lain.

Asam amino tidak bisa disimpan oleh tubuh manusia. Apabila jumlah asam amino berlebih atau terjadi kekurangan sumber energy lain, tubuh manusia akan memakai asam amino sebagai sumber energy. Tak seperti lemak dan karbohidrat, asam amino memerlukan pelepasan gugus amino yang berasal dari deaminasi nitrogen α-amino pada asam asam amino.

Protein ialah produk yang dihasilkan dari ekspresi informasi genetic yang merupakan polimer asam amino yang terikat satu sama lainnya dengan ikatan dalam sel hidup.

Cara Mengatasi Metabolismenya Yang Lambat

Nah, apabila ada diantara kalian yang metabolismenya lambat mungkin , kalori yang masuk ke tubuh Anda akan dibakar secara perlahan. Hal itu membuat tubuh Anda jadi mudah gemuk, meski pun Anda sudah diet. Bila Anda mengalami kondisi ini, Anda harus belajar bagaimana mengatasi metabolisme yang lambat. Nah, berikut adalah beberapa cara ampuh untuk mengatasi metabolisme yang lambat.

1. Angkat beban

Kegiatan ini dapat membantu membangun otot dan meningkatkan Angka Metabolisme Basal (AMB), jumlah energi yang dikeluarkan oleh tubuh selama sehari dalam kondisi istirahat. Ketika BMR Anda meningkat, secara alami tubuh Anda akan membakar lebih banyak kalori.

2. Minum air yang cukup

Memang setiap manusia pasti membutuhkan yang namanya air, jadi tidak salah kalau tubuh membutuhkan air untuk mengeluarkan racun dan melembapkan tubuh. Selain itu, air juga dapat membantu memperlancar proses pencernaan di tubuh.

3.  Konsumsi protein

Pastikan bahwa Anda rutin mengonsumsi protein sehingga otot Anda dapat pulih dan memperbaiki diri dengan cepat. Ketika otot tumbuh, metabolisme akan jadi lebih cepat.

4. Tidak pernah melewatkan waktu makan

Tubuh Anda akan menyimpan lebih banyak lemak ketika Anda lapar. Jadi, jangan pernah melewatkan waktu makan Anda!

5. Jangan langsung tidur setelah makan

Nah, ini mungkin dapat dikategorikan sebagai peringat, namun apabila ini tidak diterapkan maka orang-orang akan sepele dengan hal ini. Dan bahkan bisa saja orang-orang menganggapnya ini hanyalah mitos. Tapi apakah kalian tau kalau ternyata ini adalah kebiasaan yang  dapat mempengaruhi metabolisme tubuh dan membuat Anda jadi mudah gemuk.

6. Makan 6 kali sehari

Bagi Anda yang makannya dalam porsi besar,  kurangi lha sedikit demi sedikit kalau perlu setiap 2-3 jam. Supaya ini dapat membantu membakar lebih banyak kalori.

Itulah penjelasan mengenai metabolisme, jadi apabila ada diantara kalian yang belom mengetahuinya. Mungkin dengan kalian membaca artikel ini mudah-mudahan dapat bermanfaat buat kalian semuanya.

Ulasan Mengenai ” Apa Itu Metabolisme?”

Pengetahuan |